Selasa, 14 Februari 2012

Bentuk Kopi dan Rasio Konversi di Gayo

Bentuk Kopi dan Rasio Konversi di Gayo

Surip mawardi,

Kopi Gelondong Segar
Kopi gelondong segar = Kopi gelondong (merah) yang baru dipanen dari kebun.

Kopi gabah adalah Kopi biji yang masih dilapisi kulit kopi tanduk yang sudah dicuci bersih dan sudah dijemur beberapa saat sampai mencapai kering air, kadar air sekitar 40-45%.

Kopi labu adalah Kopi biji hasil penggilingan (huller) kopi gabah, kadar air 35-40 %




Kopi beras (green) adalah Kopi biji yang sudah tidak berkulit tanduk dan siap diperdagangkan (k.a. 14-18%).

1 kg gelondong segar     : 0,160 kg kopi beras (k.a. 11-12%).
1 kg Gabah kering angin : 0,344 kg kopi Beras (k.a.11-12%).
1 kg kopi Labu              : 0,498 kg kopi beras (k.a. 11-12%)
1 kg gelondong segar     : 0,465 kg gabah kering Angin (kering Air)
1 kg kopi Labu              : 1,449 kg gabah kering angin (kering air).
1 kg kopi beras              : 2,415 kg gabah kering angin (kering air).

Kopi Gabah














1 kg gabah (k.a. 40%) : 2,150 kg gelondong segar
1 kg gabah (k.a. 40%) : 0,690 kg kopi labu
1 kg gabah (k.a. 40%) : 0,414 kg kopi beras (k.a. >20 %)
1 kg gabah (k.a.40%) : 0,343 kg kopi beras (k.a. 11-12%)
1 bambu gelondong segar : 1,21 kg gelondong segar
1 kaleng gelondong segar : 12,1 kg gelondong segar
1 bambu kopi gabah : 1,30 kopi gabah
1 kaleng kopi gabah : 13,0 kg kopi gabah
1 rante (gayo) : 25 m × 25 m = 0,0625 ha
1 kaleng : 10 bambu 1 bambu : 2 Liter
Kopi Beras (Green Bean)




















Catatan : konversi dapat berubah karena faktor varietas, geografis, dll
Satuan-satuan penting dalam perdagangan kopi dunia dan konversinya
 a. LT (long Ton)
 b. SQ (Spanih quintal)
 c. Lbs (Libs, pound)
 d. MT (Metric ton)
 e. Bag (karung)
 1 kg = 2,2046 Lbs                  1 Lbs = 0,4540 kg                1 Lt = 1,016 kg
 1 kg = 0,084 LT                     1 SQ = 46 kg                        1 kg = 0,020 SQ
 1 bag = 60 kg kopi biji            1 MT = 1000 kg                   1 US $ = 100 cents




1 kg kopi Sangrai (Roasted bean) = 1,19 × 1 kg kopi biji
1 kg kopi bubuk (ground coffee) = 1,19 × 1 kg kopi biji
1 kg kopi instant (instant coffee)  = 2,60 × 1 kg kopi biji
1 kg kopi bentuk lain                   = 2,60 × 1 kg kopi biji

Jumat, 06 Januari 2012

Usaha Perkebunan Kopi Arabika Gayo dengan Sistem Intensifikasi Lahan


Suatu Riset dan Analisis Usaha Perkebunan Kopi Arabika gayo dengan mengembangkan suatu metode baru mengenai managemen pengelolaan, perawatan.
Menyertakan Beberapa Analisis seperti Break Event Point (BEP),
Return Of Investment (ROI),
Benefit Cost Ratio (B/C Ratio),
serta Pembagian keuntungan yang di harapkan dapat memberikan gambaran detail bagi para investor yang akan berinvestasi.
Dengan nilai value Return Of Investment 0,75, B/C Rasio 1,75. Dengan jangka waktu 15 tahun.

Senin, 04 Juli 2011

Investasi di perkebunan kopi


Setelah melakukan penelitian dan uji coba intensifikasi perkebunan kopi selama 4 tahun , dengan luasan lahan uji coba 5 ha terpisah-pisah perhektarnya di dua kabupaten di Aceh tengah dan Bener Meriah, Propinsi Aceh.
Penanganan serta pengelolaan diberbagai kondisi lahan, serta tingkat keberhasilan yang telah dicapai, kami (CV. NUTRISI ACEH) membuka peluang bagi investor untuk berinvestasi di perkebunan kopi.

Minggu, 03 Juli 2011

Pembebanan buah Tahun ke 4


Gambar di ambil dari kebun LT1, Pembuahan perdana, mencapai 70% tingkat keberhasilan dihitung dari jumlah cabang, jumlah ruas buah, jumlah buah.
Berat buah dengan Asumsi hasil normal akan diperoleh hasil akhir sementara 1 kg biji kopi kering (kadar Air 14%) setiap batangnya. Untuk produksi per-Ha di prediksi mencapai 5 -6 ton biji kopi kering (kadar Air 14%, untuk masa panen raya diprediksi pada bulan oktober mendatang.
Untuk menepis anggapan bahwa pola intensifikasi yang dikembangkan hanya program sementara kami akan mengundang beberapa ahli budidaya kopi dari dinas perkebunan, dinas yang terkait lainnya, Forum Kopi Gayo serta masyarakat

Kamis, 14 April 2011

Musim Berbunga


Sampel pembungaan pada cabang plagiotrof primer, menjadi 4 buah cabang plagiotrof sekunder( metode pembentukan cabang pola intensifikasi perkebunan kopi) sampel dari kebun LT 1 desa Tawarmiko, Aceh Tengah

Minggu, 20 Maret 2011

Kebun LT 2 Tawarmiko


tinggi 1 meter, Jumlah tingkat cabang 12, bibit Ateng Super, jarak tanam 110 cm * 90 cm

Rabu, 07 April 2010

Teknik Perawatan cabang kopi metode intensifikasi lahan kopi pada tahun ke dua


Percabangan kopi dengan rangkaian buah merupakan salah satu target metode intensifikasi.
Penelitian dan percontohan ini diambil dari kebun T1 (Tawarmiko 1) Desa Tawarmiko Kec. Kute Panang Kab. Aceh Tengah.
Setiap cabang plagiotrof primer dibentuk untuk menghasilkan cabang plagiotrof sekunder sebanyak 4 cabang.
Teknik ini adalah metode yang sangat jarang bahkan belum pernah diterapkan di dunia. Teknik ini diperkenalkan oleh bpk. M.Rasid.A, ST untuk semua perkebunan kopi milik perusahaan (CV. Nutrisi Aceh) beliau dan perkebunan kopi milik masyarakat dan para investor yang dikelola oleh perusahannya (tentang beliau dan perusahannya akan kita bahas pada posting lain).

Selasa, 23 Februari 2010

Buku Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika Gayo


Panduan yang memuat aspek-aspek teknis budidaya dan penanganan pasca Panen kopi Arabika untuk dataran tinggi Gayo dengan harapan dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam membangun agribisnis kopi spesialti berkelanjutan spesifik lokasi geografis dari kawasan ini. Selain aspek teknis dalam panduan ini juga disajikan beberapa informasi umum yang terkait dengan agribisnis kopi Arabika

Jumat, 12 Februari 2010

Sifat-sifat Penting Tanaman kopi Arabika (bagian 1)

Akar
* Bibit kopi yang berasal dari benih memiliki akar tunggang, adapun yang dari stek biasanya memiliki 2-3 akar tunggang semu. Bibit kopi yang dari kultur jaringan dengan teknik embrio genesis juga memiliki akar tunggang seperti pada biji
* Kopi Arabika tergolong memiliki sifat perakaran dangkal, sebagian besar akarnya terletak di dekat permukaan tanah (0-30cm).

Tajuk (cabang dan Daun)
* Kopi Arabika memiliki dua macam cabang, yaitu cabang ortotrof (tumbuh ke atas vertikal) dan cabang Plagiotrof (tumbuh ke samping, horisontal). cabang ortotrof dapat menghasilkan cabang plagiotrof, akan tetapi tidak sebaliknya.
* Cabang Plagiotrof Primer (tumbuh pada batang pokok) hanya tumbuh sekali, jadi kalau sudah mati tidak pernah tumbuh cabang primer baru di tempat yang sama. Cabang Plagiotrof primer dapat menghasilkan cabang plagiotrof sekunder.
* Di ketiak daun terdapat seri mata tunas, satu seri biasanya terdiri atas 3-5 mata tunas, dan tiap mata tunas dapat menghasilkan 3-5 primordia bunga. mata tunas dapat berkembang menjadi bunga dan/atau menjadi cabang tergantung kondisi lingkungan.
* Daun-daun baru Kopi Arabika terbentuk dalam waktu antara 3-4 minggu sekali.

Bunga
* Bunga kopi tumbuh dari tunas mata seri yang terdapat di ketiak daun. Dalam perkembangannya bunga kopi mengalami fase dormansi (berupa lilin hijau) dan fase aktif (berupa lilin putih, pemekaran bunga, dan terjadinya penyerbukan serta pembuahan). Fase dormansi biasanya terjadi pada saat tanaman mengalami cekaman (stress) air, dan fase ini akan segera berakhir setelah turun hujan atau ada pengairan.
* Kopi Arabika bersifat menyerbuk sendiri, penyerbukan terjadi mulai dini (waktu fajar) hari sampai sekitar jam 10.00 pagi yang dapat dibantu oleh angin dan serangga. Terjadinya hujan pada pagi hari pada saat bunga mekar akan sangat mengganggu terjadinya proses penyerbukan dan pembuahan. (Surip mawardi, panduan Budidaya dan Pengolahan kopi Arabika Gayo),